Pemberdayaan Posdaya melalui Hilirisasi Black Garlic sebagai Pangan Fungsional untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi Lansia
DOI:
https://doi.org/10.20884/vh1f6106Keywords:
Black garlic, Pangan fungsional, Posdaya, Lansia, PemberdayaanAbstract
Posdaya memiliki potensi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Posdaya Sunan Kalijaga Berkoh telah memiliki pengalaman mengolah black garlic, tetapi proses produksi, pengemasan, dan pemasaran belum optimal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam produksi black garlic terstandar dan pengembangan black garlic–madu sebagai pangan fungsional bernilai tambah. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan produksi menggunakan alat pemanas dengan pengaturan suhu dan waktu, pengemasan, serta pelatihan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan mitra mampu mengikuti proses produksi menggunakan teknologi terkontrol dan menghasilkan produk black garlic–madu dalam kemasan food grade berlabel. Promosi kepada lansia memperoleh respons positif; sebagian besar menyatakan produk lebih nikmat setelah dicampur madu dan menunjukkan minat membeli. Sebagian lansia memilih black garlic tanpa madu sesuai preferensi dan pertimbangan kondisi kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan potensi hilirisasi black garlic sebagai pangan fungsional untuk mendukung pengembangan usaha produktif Posdaya
Today's Downloads
📥 1 downloads
from 1 distinct IP · preliminary; the final count is settled after midnight (COUNTER policy)
References
Amaliah, L., Masrikhiyah, R., Salsabila, A. P., Mustikaningrum, A. C., Nafilah, N., Rachma, D. E., & Wahyuningtyas, A. P. (2025). Inovasi pangan fungsional lokal: Strategi pasar dan bisnis berkelanjutan (studi kasus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa). Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan, 21(3), 165–175.
Azizah, S., Pt, S., Sos, M., & Commun, M. (2025). Pengembangan masyarakat. Pengembangan Masyarakat Berbasis Digital.
Djazuli, R. A., Jumadi, R., & Febrianto, B. (2024). Pengembangan produk pangan.
Juniantari, N. K. D., & Susanti, N. M. P. (2023). Pengolahan dan pengembangan bawang putih (Allium sativum L.) menjadi bawang hitam sebagai agen antiaterosklerosis. Dalam Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (Vol. 2, hlm. 428–438).
Nelwida, N., Berliana, B., & Nurhayati, N. (2019). Kandungan nutrisi black garlic hasil pemanasan dengan waktu berbeda. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 22(1), 53–64.
Putra, M. I. S., Prayoga, I. D., Kalvaro, M. A., Fernanda, R. D., & Wijaya, W. K. A. (2026). Penerapan alat pengering bahan pangan sebagai teknologi tepat guna bagi UMKM. Journal of Community Service and Engagement, 1(2), 144–155.
Ramadhanti, A. (2020). Posdaya sebagai media pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Indonesian Journal of Adult and Community Education, 2(1), 26–37.
Rosnah, R., Kasim, S. S., & Faturrahman, T. (2024). Peran Posyandu Lansia dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup lanjut usia: Studi di Desa Lakalamba, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan, 1(4).
Setyawan, A. A., Desembrianita, E., Santoso, M. H., & Kalalo, R. R. (2025). Pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kemandirian ekonomi lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 1494–1503.
Wahyudin, W., Pribadi, F. W., Nawangtantrini, G., Fatah, M. R., & Zainuddin, Z. (2024). Black garlic supplementation and glomerular protection in hyperuricemic rats: A study on kidney health prevention. Journal of Public Health and Pharmacy, 4(3), 290–299.
