Penerapan Teknologi Fermentasi Yoghurt sebagai Media Edukasi Gizi dan Kesehatan Saluran Cerna Balita di Posyandu

Penulis

  • Rizqi Yanuar Pauzi Universitas Jenderal Soedirman image/svg+xml Penulis
  • Suci Ihtiaringtyas Penulis
  • Ary Nahdiyani Amalia Penulis
  • Wahyudin Wahyudin Penulis

DOI:

https://doi.org/10.20884/mnr2yy73

Kata Kunci:

edukasi gizi, fermentasi yoghurt, kesehatan saluran cerna, Posyandu, stunting

Abstrak

Pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi fermentasi yoghurt sebagai media edukasi gizi dan kesehatan saluran cerna balita di Posyandu Anggun, Banyumas. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui edukasi, demonstrasi, praktik fermentasi, diskusi, dan pemantauan antropometri. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 10 butir sebelum dan sesudah kegiatan. Dari 18 pre-test dan 12 post-test yang valid, 10 pasangan dapat diidentifikasi secara meyakinkan. Rerata skor meningkat dari 8,60 ± 1,26 menjadi 9,90 ± 0,32; 70% peserta meningkat dan uji Wilcoxon menunjukkan p=0,0156. Peningkatan terbesar terjadi pada pengetahuan mengenai lama fermentasi yoghurt, dari 30% menjadi 90% jawaban benar. Pengukuran HAZ pada 22 balita menunjukkan seluruh anak memiliki HAZ < -2 SD dan 31,8% termasuk severe stunting. Hasil menunjukkan fermentasi yoghurt berpotensi menjadi media pembelajaran aplikatif di Posyandu.

📥 1 unduhan

dari 1 IP berbeda · angka sementara; finalnya ditetapkan setelah tengah malam (kebijakan COUNTER)

Referensi

Dinkes. (2025). PROFIL KESEHATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2024. Dinas Kesehatan.

He, M., Yang, Y.-X., Han, H., Men, J.-H., Bian, L.-H., & Wang, G.-D. (2005). Effects of yogurt supplementation on the growth of preschool children in Beijing suburbs. Biomedical and Environmental Sciences: BES, 18(3), 192–197.

Kemenkes. (2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Kementerian Kesehatan RI.

Mahpolah, M., Mahdalena, M., Aprianti, A., Rahman, M. F., & Sholehah, L. (2026). Peningkatan Pengetahuan Gizi, Keterampilan Pengolahan Makanan dan Pemberdayaan Keluarga Stunting di Desa Bi’ih. Jurnal Medika: Medika, 5(2), 1554–1561. https://doi.org/10.31004/a1esxw89

Pauzi, R. Y., Ihtiaringtyas, S., Yunika, N., & Kusumawardani, G. A. (2025). Gut microbiota composition of stunted children in Banyumas Regency, Indonesia: A 16S rRNA metagenomic analysis. medRxiv, 2025.12.07.25341778. https://doi.org/10.64898/2025.12.07.25341778

Pauzi, R. Y., Ihtiaringtyas, S., Yunika, N., Nur’aini, I., & Oliviany, W. (2025). Integrasi Edukasi Mikrobiota Usus, Skrining Antropometri, dan Pemanfaat Probiotik sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Watuagung. Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 27–37. https://doi.org/10.20884/1.linggamas.2025.3.1.17703

Pauzi, R. Y., Ilmi, A. N., & Kumaratih, L. W. (2025). Gut microbiota dysbiosis and probiotic interventions in childhood stunting: Mechanistic insights and therapeutic potential. Medicine in Microecology, 26, 100152. https://doi.org/10.1016/j.medmic.2025.100152

Pauzi, R. Y., Wahyurin, I. S., Ihtiaringtyas, S., Khoirunnisa, R., & Al Inayah, J. (2025). Edukasi Mikrobiota Usus dan Pengolahan Pangan Probiotik sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sokawera, Banyumas. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 6(2), 1003–1009.

Diterbitkan

2026-08-27

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama