Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sekitar Hutan Dalam Mengelola Media Digital Sebagai Strategi Marketing Pengembangan Wisata Alam Berkelanjutan
Kata Kunci:
Desa Wisata, Digital Marketing, Gunung Slamet, Ekowisata, Wisata Berbasis MasyarakatAbstrak
Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Baturraden di Desa Kemutug Lor menyimpan potensi ekowisata besar, namun kurang populer akibat keterbatasan promosi kreatif masyarakat sekitar hutan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Karya Lestari melalui pelatihan pengembangan konten media digital yang difokuskan pada platform Instagram dan YouTube. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Technological Development (PTD) yang meliputi workshop teknik produksi konten visual-audiovisual serta praktik lapangan pengambilan gambar di basecamp pendakian. Tingkat keberhasilan diukur secara deskriptif kualitatif melalui evaluasi kemampuan pra-pasca kegiatan serta penilaian estetika produk konten yang dihasilkan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan teknis mitra sebesar 65% dalam memproduksi media promosi digital. Kegiatan ini berhasil mengubah perilaku komunikasi mitra menjadi lebih proaktif serta menghasilkan luaran nyata berupa video dokumenter pendakian yang dipublikasikan di platform YouTube dan kesiapan visual pada feed Instagram kelembagaan. Pengabdian ini memberikan nilai tambah berupa kesiapan keterampilan digital praktis bagi komunitas lokal dalam mendukung keberlanjutan wisata minat khusus sekitar hutan.
Referensi
Aditia, R., & Adhrianti, L. (2025). Digital Campaign #DiBengkuluAjo as Communication Strategy for Strengthening the Tourism Identity of Bengkulu Province. Jurnal Komunikasi, 17(2). https://doi.org/10.24912/jk.v17i2.34595
BPS Banyumas. (2025). Kecamatan Baturraden Dalam Angka 2024 [Data]. BPS Banyumas.
Budiyoko, B., Zulkifli, L., Dharmawan, B., Sunendar, S., Rachmah, M. A., Prasetyo, K., Saputro, W. A., & Utami, D. R. (2024). Unlocking the sustainable livelihoods strategy for forest communities in the southern slope of Mount Slamet, Indonesia. Sustainability in Debate, 15(1), 216–232. https://doi.org/10.18472/SustDeb.v15n1.2024.52568
Hays, S., Page, S. J., & Buhalis, D. (2013). Social media as a destination marketing tool: Its use by national tourism organisations. Current Issues in Tourism, 16(3), 211–239. https://doi.org/10.1080/13683500.2012.662215
Herlambang, A. T., & Brahmanto, E. (2026). Strategi Pemasaran Digital Wisata Watu Gendong Desa Beji Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul untuk Menarik Minat Kunjungan Wisatawan. Journal of Economic and Business Advancement, 1(3), 328–338. https://doi.org/10.65310/aaxjf777
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003
Kiráľová, A., & Pavlíčeka, A. (2015). Development of Social Media Strategies in Tourism Destination. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 175, 358–366. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.01.1211
Munar, A. M. (2012). Social Media Strategies and Destination Management. Scandinavian Journal of Hospitality and Tourism, 12(2), 101–120. https://doi.org/10.1080/15022250.2012.679047
Munar, A. M., & Jacobsen, J. Kr. S. (2014). Motivations for sharing tourism experiences through social media. Tourism Management, 43, 46–54. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2014.01.012
Neuhofer, B., Buhalis, D., & Ladkin, A. (2012). Conceptualising technology enhanced destination experiences. Journal of Destination Marketing & Management, 1(1–2), 36–46. https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2012.08.001
Parra-López, E., Bulchand-Gidumal, J., Gutiérrez-Taño, D., & Díaz-Armas, R. (2011). Intentions to use social media in organizing and taking vacation trips. Computers in Human Behavior, 27(2), 640–654. https://doi.org/10.1016/j.chb.2010.05.022
Prajapati, C. S., Priya, N. K., Bishnoi, S., Vishwakarma, S. K., Buvaneswari, K., Shastri, S., Tripathi, S., & Jadhav, A. (2025). The Role of Participatory Approaches in Modern Agricultural Extension: Bridging Knowledge Gaps for Sustainable Farming Practices. Journal of Experimental Agriculture International, 47(2), 204–222. https://doi.org/10.9734/jeai/2025/v47i23281
Rachmah, M. A., Budiyoko, B., Sunendar, S., & Sriningsih, E. (2024). Penganekaragaman Sumber Nafkah Petani Sekitar Hutan Di Desa Kemutug Lor: Participatory Rural Appraisal. Kirana:Jurnal Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian, 5(1).
Sakinah, P. M., Murtiadi, M., & Arista, R. (2025). Strategi Penggunaan Media Sosial Instagram sebagai Alat Komunikasi dalam Penguatan Branding One Media Digital tvOne. SABER : Jurnal Teknik Informatika, Sains Dan Ilmu Komunikasi, 3(4), 180–186. https://doi.org/10.59841/saber.v3i4.3321
Sanginga, P. C., Tumwine, J., & Lilja, N. K. (2006). Patterns of participation in farmers’ research groups: Lessons from the highlands of southwestern Uganda. Agriculture and Human Values, 23(4), 501–512. https://doi.org/10.1007/s10460-006-9018-0
Tao, T. C. H., & Wall, G. (2009). Tourism as a sustainable livelihood strategy. Tourism Management, 30(1), 90–98. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2008.03.009
Tarunajaya, W. B., Sukmadi, H. D., & Masatip. (2025). Strategi Promosi Wisata Edukasi Berbasis Wayang Tradisional Untuk Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Ke Desa Sidowarno Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Media Bina Ilmiah, 19(7).
Zed, E. Z., Purnamasari, P., Rismawati, & Nawangsih, I. (2024). Pelatihan Perancangan Aset Vidio Sebagai Penunjang Kegiatan Promosi Wisata di Jawa Barat. SABAJAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3). https://doi.org/10.59561/sabajaya.v2i03.349
Zeng, B., & Gerritsen, R. (2014). What do we know about social media in tourism? A review. Tourism Management Perspectives, 10, 27–36. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2014.01.001