DAMPAK EL NIÑO TERHADAP USAHATANI KOMODITAS CABAI DI JAWA TENGAH
Keywords:
Central Java, chili, El Niño, farming, sustainabilityAbstract
The El Niño phenomenon is a climate anomaly characterized by rising sea-surface temperatures in the central and eastern Pacific Ocean, resulting in reduced rainfall and prolonged dry seasons in Indonesia. Central Java, a major national hub for chili production, is highly vulnerable to climate change disruptions, given that chili cultivation relies heavily on water availability and stable weather conditions. This article aims to analyze the impact of El Niño on the sustainability of chili farming in Central Java considering social, economic, and environmental dimensions and to examine the relationship between food security and agricultural policy in addressing these climate risks. A systematic literature review was conducted, drawing on various studies, statistical data, and policies relevant to the topic. The findings indicate that the 2023 El Niño event caused an average decline of 8.92 percent in chili production across five key producing regencies in Central Java. Socially, the phenomenon reduced farmer household welfare, altered farming practices, and sparked potential conflicts over water scarcity. Economically, the drop in production led to price fluctuations, supply chain disruptions, and increased food inflation. Environmentally, prolonged drought degraded soil quality, stunted plant growth, and drove increased use of chemical pesticides, threatening the balance of the agricultural ecosystem. Government policies such as strengthening irrigation infrastructure, adjusting planting calendars, developing drought resistant varieties, and implementing farm insurance programs are deemed crucial for maintaining production stability and food security. Adopting sustainable farming principles and enhancing farmers' adaptive capacity are strategic measures for managing El Niño-related risks.
References
Adiarsa, S. R., & Nur, A. M. (2020). Kunci sukses proses penyusunan kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Jurnal Politikom Indonesiana, 5(1), 132–154.
Alunia, D. Z. T., Wisnujati, N. S., & E. S. (2021). Analisis produksi dan produktivitas cabai rawit (Capsicum frutescens L) di Indonesia. Jurnal SosioAgribis, 21(1), 18–29.
Anggi, Nasution, A. M., & Ulfa, N. (2024). Strategi perencanaan pembangunan berkelanjutan. Jurnal Ekonomi, Akuntansi Dan Manajemen, 2(1), 208–216.
Awal, R., Zakaria, A., Riki, W., & Kusumastuti, D. (2023). Studi analisis El Nino dan La Nina terhadap curah hujan mengunakan Fast Fourier Transform (FFT) dan Lomb Periodogram (Studi kasus: Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Rekayasa Sipil Dan Desain, 11(2), 311–320.
Emba, S., & Wadu, J. (2025). Analisis dampak fluktuasi harga cabai merah terhadap pendapatan petani di Desa Kiritana Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur. SATI: Sustainable Agricultural Technology Innovation, 362–373.
Fau, S. W., Ihwan, A., & Adriat, R. (2023). Analisis kekeringan lahan di Kayong Utara pada saat El-Nino tahun 2019. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 24(2), 93–100.
Hidayat, N. I., & Suryanto. (2021). Pengaruh perubahan iklim terhadap produksi pertanian dan strategi adaptasi pada lahan rawan kekeringan. Jurnal Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 16(2), 42–52.
Hidayati, N., Anwar, S., & R. R. (2022). Peramalan harga cabai merah sebagai upaya menjaga stabilitas inflasi Kota Banda Aceh. Jurnal Agriekonomika, 11(1), 31–42.
Jefry, A., & Dewi, I. S. (2024). Analisis rantai pasok cabai merah di Desa Kepau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Jurnal Agribisnis Unisi, 13(2), 132–145.
Jubaedah, N. S., & Muda, P. A. (2025). Penanganan instabilitas pasokan aneka cabai dan bawang merah untuk menekan inflasi. Journal of Agricultural Development Planning, 2(2), 1–11.
Jurisprudence, S., & Mumpuni, N. (2025). Food security amid environmental degradation: A legal review of equitable food governance. Title of Journal, 5(2). (Catatan: Tambahkan nama jurnal jika ada)
Lestari, A. D., Erlikasna, E., Ridho, C., Breta, I., & Daniyal, M. (2024). Dampak fluktuasi harga beras, bawang merah, cabai terhadap inflasi. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 20(2), 219–226.
Marina, I., Sukmawati, D., & Yulianti, M. L. (2025). Analisis variabilitas iklim dan pengaruhnya terhadap produksi cabai merah di wilayah sentra hortikultura. Jurnal Orchid Agri, 5(1), 1–8.
Maulida, H., Marimin, & Yuliasih, I. (2020). Peningkatan kinerja, mitigasi risiko dan analisis kelembagaan pada rantai pasok cabai merah di Kabupaten Garut. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 30(1), 22–35.
Miftah Farid, N. A. S. (2021). Tinjauan terhadap produksi, konsumsi, distribusi dan dinamika harga cabe di Indonesia. Litbang Perdagangan, 6(2), 211–234.
Muhammad, R., Putri, T. A., & Utami, A. D. (2023). Pendapatan usahatani cabai merah berdasarkan musim di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 28(2), 323–334.
Niken, Z., Rizkiyah, N., & Barokah, U. (2026). Risiko harga cabai pada tingkat petani di Kabupaten Kediri. Economic Education Journal, 8(1), 181–192.
Ovan, Z. K., Siahaan, K. V., Kurnia, C., & Saragih, F. A. (2025). Strategi manajemen risiko dalam mengantisipasi fenomena fluktuasi harga komoditas bahan pangan (Studi kasus: Harga cabai di Jakarta, tahun 2022). Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 3(3), 437–450.
Poja, R., Z, B., & Pelly, D. (2025). Dampak perubahan iklim terhadap kualitas tanah dan produktivitas pertanian di Pulau Jawa. Jurnal Psikososial Dan Pendidikan, 1(2), 1238–1246.
Prasetyo, G. L., Subkhan, M., Aceng, R., Sukaesih, E., & Muslimah, M. (2025). Model pertanian berbasis kearifan lokal Kampung Naga untuk ketahanan pangan. Jurnal Citizenship Virtues, 5(1), 13–32.
Reza, S. P. (2021). Penerapan analisis jalur dalam mengidentifikasi penyebab fluktuasi harga cabai merah di Kabupaten Aceh Jaya. Jurnal Agrica, 14(1), 20–32.
Siregar, R., Berliani, A. A., Abrar, C. B., Rahmawati, N. S., & Suhendra, L. (2025). Identifikasi suhu permukaan laut pada saat terjadinya IOD positif, El Niño dan monsun di perairan barat Sumatra. Jurnal Kelautan, 18(1), 10–21.
Sanjaya, S., Koes, B., Cantik, P., & Wardaningrum, A. S. (2024). Analisis derajat bencana kekeringan di Pulau Jawa akibat fenomena El Niño 2023. Jurnal Teknik Sumber Daya AIR, 4(2), 115–126.
Sasmita, A. N., Halimah, A. S., & Ambar, A. A. (2025). Strategi adaptasi petani cabai terhadap dampak perubahan iklim di sekitar Danau Tempe. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 11(2), 3666–3673.
Syawaludin, Harahap, I. S., & Solat, H. (2022). Analisis curah hujan sebagai unsur agroklimatologi terhadap produksi dan penentuan musim tanam cabai merah (Capsicum annum L.) di Kabupaten Tapanuli Selatan. Journal of Multidisciplinary Research, 1(1), 111–126.
Triani, E., & Magello, A. N. (2024). Optimalisasi program Bantuan Langsung Tunai dalam meningkatkan kesejahteraan petani terdampak fenomena El Nino di Indonesia. Jurnal Kajian Agraria Dan Kedaulatan Pangan, 3(1), 17–24.
Wulandani, D. (2025). Alih komoditas sebagai strategi otonomi petani dalam peralihan tembakau ke cabai rawit merah di Desa Munggangsari Kabupaten Temanggung. Jurnal Sosiologi USK, 19(2), 166–178.
Yuniasih, B., Harahap, W. N., Agung, D., & Wardana, S. (2023). Anomali iklim El Nino dan La Nina di Indonesia pada 2013-2022. Agroista Jurnal Agroteknologi, 6(2):136-143