PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JERUK DAN KAYU MANIS SEBAGAI PEMBERSIH LANTAI ALAMI MELALUI EDUKASI SISWA SMA NEGERI 6 BANDAR LAMPUNG
DOI:
https://doi.org/10.20884/4ahhxz79Keywords:
limbah organik, kulit jeruk, kayu manis, pembersih lantaiAbstract
Permasalahan lingkungan akibat peningkatan limbah rumah tangga organik dan penggunaan bahan pembersih berbasis kimia sintetis masih menjadi isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Di sisi lain, pembelajaran kimia di tingkat SMA umumnya masih bersifat teoritis dan belum sepenuhnya mengaitkan konsep sains dengan konteks nyata yang dihadapi siswa. Kondisi ini berdampak pada rendahnya literasi green chemistry dan kurang berkembangnya karakter peduli lingkungan pada peserta didik. PkM ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan sains terapan kepada siswa SMA melalui pembuatan pembersih lantai alami berbahan limbah kulit jeruk dan kayu manis yang direndam dalam cuka makan. Kegiatan dirancang berbasis pembelajaran proyek sehingga siswa tidak hanya memahami konsep green chemistry, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari 2 tahapan yaitu tahap persiapan kegiatan dan tahap pelaksanaan kegiatan. Tahap persiapan kegiatan meliputi koordinasi internal tim pelaksana, persiapan dan formulasi produk demonstrasi. Sedangkan tahap pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan pembuatan produk pembersih alami, demonstrasi dan uji coba produk, serta refleksi dan evaluasi hasil kegiatan. Target luaran kegiatan ini adalah publikasi di media massa, video kegiatan, dan poster dalam bentuk softfile. Program ini diharapkan menjadi model edukasi sains terapan yang mendukung pembelajaran berkelanjutan dan penguatan karakter peduli lingkungan di tingkat SMA.
Downloads
References
Aisyah, W., & Sinardi. (2025). Pengaruh metode ekstraksi terhadap kandungan flavonoid dan efektivitas antibakteri hand sanitizer dari kulit jeruk (Citrus sinensis L.). Journal of Research and Education Chemistry (JREC), 7(2), 374 391.https://doi.org/10.25299/jrec.2025.vol7(2).23065
Amiliah, A., Nurhamidah, N., & Handayani, D. (2021). Aktivitas antibakteri kulit buah jeruk kalamansi terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Alotrop: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kimia, 5(1), 92–105. https://doi.org/10.33369/atp.v5i1.16493.
Baloch, M., Memon, S., Chandio, A. D., & Memon, G. (2019). Investigation on the performance of orange peel for greywater treatment. Journal of Materials and Environmental Sciences, 10(10), 987–994.
Baloch, M., Memon, S., Chandio, A. D., & Memon, G. (2023). Investigation on the performance of orange peel for greywater treatment.
Karpudewan, M., Ismail, Z., & Roth, W. M. (2012). Fostering pro-environmental behaviour through green chemistry experiments. International Journal of Science Education, 34(5), 673–689. https://doi.org/10.1080/09500693.2011.616167.
Putra, A., & others. (2023). Pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk pembersih ramah lingkungan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 2(9). https://doi.org/10.53625/jabdi.v2i9.4862
Saputri, N. A., Darsono, P. V, Mahdiyah, D., & Audina, M. (2025). Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa Bunge) pada bakteri Propionibacterium acnes. Journal of Pharmaceutical Care and Sciences, 6(1), 13–24. https://doi.org/10.33859/jpcs.v6i1.734
UNESCO. (2017). Education for Sustainable Development Goals: Learning Objectives. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000247444