Anomali Perilaku Pemilih: Faktor di Balik Kemenangan Kolom Kosong di Kecamatan Sumbang dalam Pilkada Banyumas 2024
DOI:
https://doi.org/10.20884/fq4ykz03Kata Kunci:
Pilkada Banyumas 2024, perilaku pemilih, kolom kosong, calon tunggalAbstrak
Penelitian ini membahas mengenai faktor dibalik kemenangan kolom kosong di Kecamatan Sumbang dalam Pilkada Banyumas 2024. Kolom kosong hadir sebagai bentuk opsi alternatif bagi masyarakat yang tidak menginginkan untuk memilih pasangan calon yang disediakan. Penelitian ini berusaha mencari jawaban mengapa masyarakat lebih memilih kolom kosong disbanding pasangan calon tunggal yang ada, serta faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kemenangan kolom kosong di Kecamatan Sumbang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi, dimana data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, hingga melalui dokumen-dokumen penunjang penelitian. Teknik pengambilan sampel responden menggunakan teknik purposive sampling, dengan masyarakat pemilih kecamatan Sumbang sebagai narasumber kunci, juga terdapat berbagai narasumber pembanding seperti KPU, Bawaslu, Partai Politik, serta Media. Temuan dalam penelitian ini masyarakat Kecamatan Sumbang lebih memilih kolom kosong karena didasari oleh 3 pendekatan perilaku pemilih, yaitu sosiologis yang tercermin pada pengaruh dari masifnya gerakan Koalisi Rakyat Banyumas (KRB) juga dipengaruhi oleh faktor interaksi sosial kedekatan kekerabatan, psikologis yang lebih menekankan perasaan kekecewaan pada indikator orientasi kandidat, dan pendekatan rasional dimana masyarakat mengekspresikan tindakan protes melalui pilihan non konvensional yang lahir dari adanya perhitungan untung rugi. Pendekatan rasional sendiri merupakan yang paling dominan, terlihat dari pilihan masyarakat Kecamatan Sumbang terhadap kolom kosong sebagai bentuk kesadaran politik dan protes atas calon tunggal yang tersedia. Selain itu, faktor kontekstual atau faktor dari luar individu tercermin pada adanya kampanye KRB sehingga membentuk opini kolektif dan ketiadaan kandidat lain.
Referensi
Asfar, Muhammad. (2002). Model-Model Pemilihan Di Indonesia. Surabaya: Pushedam.
Abdulrahman, R. (2024). Ini Daftar Anggota DPRD Kabupaten. Ppid.Rri.Go.Id. https://r.search.yahoo.com/_ylt=AwrKHRFL45tpBwIAcG3LQwx.;_ylu=Y29sbwN zZzMEcG9zAzEEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1773033547/RO=10/RU=http s%3A%2F%2Fppid.rri.go.id%2Fdownload%2Fdokumen%2Fini_daftar_anggota
_dprd_kabupaten_banyumas_2024.pdf%2F250675/RK=2/RS=_brwPlb Aqsah, Bs, M. (2024). Faktor Kemenangan Kotak Kosong Pada Pilkada Kota
Makassar 2018. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 7(3), 9428–9431. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/view/31265%0Ahtt p://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/download/31265/210 95
AZ-ZAHRA, N. A. (2025). PERILAKU POLITIK MASYARAKAT SUKU BANTEN
DALAM PEMILIHAN GUBERNUR (Dinamika Politik di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan). Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Administrasi Publik, 3(1), 452–465. https://doi.org/10.71128/kybernology.v3i1.271
Birch, S., & Dennison, J. (2019). How protest voters choose. Party Politics, 25(2), 110–125. https://doi.org/10.1177/1354068817698857
Budiardjo, Miriam. (2010). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Guerrero, S. H. (2009). The Disenchanted Voter: Emotional Attachment, Social Stratification, and Mediated Politics in Mexico's 2006 Presidential Ellection. The International Journal of Press/Politics, 353-375.
Hartas, D. A. Kushandajani & Erowati, D. (2023). Political Behavior and Actors in the Victory of Empty Boxes in Eight Villages in the 2020 Wonosobo Regional Head. Perspektif, 12(2), 729–737. https://doi.org/10.31289/perspektif.v12i2.8812
Huntington, S. P., & Nelson, J. M. (1976). No Easy Choice: Political Participation in Developing Countries. Cambridge: Harvard University Press.
Hutcheson, D. S. (2006). Disenganged or disenchanted? the vote 'against all' in post-communist Russia. Journal of Communict Studies and Transition Politics, 98-121.
Ilham, & Purwaningsih, T. (2021). Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pemilih Dalam Kemenangan Kotak Kosong Pada Pemilihan Walikota Makassar 2018. JWP (Jurnal Wacana Politik), 5(2), 164. https://doi.org/10.24198/jwp.v5i2.30297
Istianah, R., Devriansyah, A., Apandi, A. P., & Fauziah, A. (2025). Perilaku Pemilih dan Partisipasi Pemilih Dalam Pilkada Kota Sukabumi Tahun 2024. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 7(1), 35–47. https://doi.org/10.56552/jisipol.v7i1.277
KPU Kabupaten Banyumas. (2025). DINAMIKA PENCALONAN: Fenomena Calon Tunggal di Banyumas. Kabupaten Banyumas: Arta Media Nusantara.
Lubis, Y. H., Fathurozi & Indraswara, D. (2024). Pengakuan Kolom Kosong (Blank Vote) Sebagai Surat Suara Dala Pemilihan Kepala Daerah Berdasarkan Prinsip Negara Hukum Demokratis.
Journal of Studia Legalia: Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 5 Nomor 1, 1-16.
Mahpudin. (2021). Memilih Untuk Tidak Memilih: Protest Voting Dalam Pemilu Lokal di Kabupaten Lebak, Banten. Inovasi, 18(2), 237–249. https://doi.org/10.33626/inovasi.v18i2.362
Mulyana, D. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif (Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nugraha, D. W. (2023). Perilaku Memilih Pada Pilkada Kota Makassar
Tahun 2020 (Studi Kasus Kelurahan Karuwisi Utara). Skripsi. Universitas Hasanuddin, Makassar.
Otjes, S., Stroebe, K., & Postmes, T. (2020). When Voting Become Protest: Mapping Determinants of Collective Action Onto Voting Behaviour. Social Psychological and Personality Science Voll 11, no.4, 513-21.
Panjaitan, M., Rajagukguk, J., & Hulu, S. B. F. (2024). Analisis Proses dan Faktor Penyebab Lahirnya Pasangan Calon Tunggal Versus Kotak Kosong Pada Pilkada Serentak Tahun 2020. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(1), 902–907. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i1.3806
Purba, C. C. (2017). Hubungan Faktor Sosiologi dan Faktor Psikologis Terhadap
Perilaku Memilih Masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah Pelalawan Tahun 2015 di Kecamatan Bandar Petalangan. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Riau, 4(2), 1–15.
Purwoko, B. (2005). Demokrasi Mencari Bentuk Analisis Politik . Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Rahman, R. A., Satriawan, I., & Diaz, M. R. (2022). Calon Tunggal Pilkada: Krisis Kepemimpinan dan Ancaman bagi Demokrasi. Jurnal Konstitusi, Vol. 19, No. 1, 48-72.
Ramadani, R, Asriati, & Wahida. (2025). PROTEST VOTE: MITIGATING THE IMPACT OF SINGLE CANDIDATES IN LOCAL HEAD ELECTIONS. DIPONEGORO LAW REVIEW , 85-104.
R. Siti Zuhro, Sumarno, Wienny Pahlemy, Nurul Rochayati, Lilis Mulyani, I. I. (2009). Demokrasi Lokal: Perubahan dan Kesinambungan: Nilai-Nilai Budaya Politik Lokal di Jawa Timur, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Bali. In Penerbit Ombak. Penerbit Ombak.
Singgih Wiryono, I. R. (2024). Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2024/05/07/20142991/kandidat-versus-kotak-kosong-pada-pilkada-2024-diperkirakan-bertambah.
Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Surbakti, R. (1992). Memahami Ilmu Politik. PT Grasindo.
Universitas Airlangga. (2024). Dosen FISIP UNAIR tanggapi fenomena kotak kosong di Pilkada. Unairnews. https://unair.ac.id/dosen-fisip-unair-tanggapi-fenomena-kotak-kosong-di-pilkada/
Winarno. (2002). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Garuda Pustaka Utama.
Yanuar, S. (2024). Soal Vandalisme Spanduk Kotak Kosong di Sumbang Banyumas, Polisi Beri Keterangan. SERAYUNEWS. https://serayunews.com/soal-vandalisme-spanduk-kotak-kosong-di-sumbang-banyumas-polisi-beri-keterangan